Skill = Target

Posted on Updated on


Itu pasangan kata dalam imajinasi saya, cukup sederhana yg  berarti jangan mengharapkan suatu “target” bisa tercapai secara maksimal kalau” skill” staff yg ada pas-pas an.

Salah satu pengalaman yg pernah saya alami , suatu perusahaan pernah saat  kondisi awal  berjalan sangat lancar dan cukup produktif  ketika itu mesin baru saja diinstall . Saat itu hanya ada  tenaga yg cukup loyal dan sangat kreatif dalam mengakali (mengatasi secara apa adanya) mesin saat terjadi masalah. Awalnya target  tidak pernah meleset dari standart output mesin. Dan “prefentive maintenance” sepertinya hanya dijalankan sambil lalu (yg penting produksi tidak boleh stop).

Kejadian pertama yg cukup mengejutkan bagi kami saat itu adalah, ditahun kedua mesin sudah harus mengalami overhaul karena masalah lubrikasi yg sangat vital disistem mesin di abaikan begitu saja. Kami temukan satu titik lubrikasi putus ditempat yg cukup vital.

Saat mesin dioverhaul wajah mesin tampak lima tahun lebih tua dari kenyataannya.warna mesin jadi kehitaman karena kondisinya sangat kotor dan kurang perawatan. Sudah bisa dibayangkan kalau sistem management maintenance tidak diberlakukan untuk kedepan, maka produktifitas akan drop.

Sangat disayang kan kalau suatu produksi hanya mengejar target saja,tanpa management maintenance yg bagus maka kondisi mesin tidak akan fit secara kontinyu dalam jangka panjang, ini banyak dibuktikan didunia industri. Banyak kita jumpai mesin yg sdh puluhan tahun kadang masih berjalan secara normal dan kondisinya tetap bersih. Itu semua pastinya karena perawatan mesin yg sangat diperhatikan.

Kembali ke soal Skill = Target, ini artinya pencapaian target yg makasimal akan bisa diproleh kalau orang dibalik management maintenance memiliki skill yg cukup bagus….sangat memperhatikan perawatan semua bagian mesin secara baik, kebersihan mesin, memiliki program replacement parts secara berkala.

Prefentive maintenance yg dilakukan secara berkala bisa menghindarkan break down time yg cukup panjang. produksi secara rata2 akan stabil.

Para manager tehnik ada yg sadar soal  ini, tapi tidak sedikit yg meremehkan masalah maintenance . yg dilihat hanya  output  produksi saja. Begitu output drop mereka teriak kencang keseluruh staff ….mesin stop tidak boleh terlalu lama (tak pernah mengevaluasi hasil kerja para staff nya) apa lagi perduli terhadap kondisi mesin yg sudah memprihatinkan.

Dan dengan kondisi maintenance yg memprihatinkan maka depresiasi mesin akan terlalu cepat berlaku untuk mesin tsb. Cost untuk perawatan mesin akan naik turun secara drastis. Karena banyak komponen mesin yg fungsinya tidak bisa dijamin life time nya.

2 thoughts on “Skill = Target

    Jake Handy said:
    20/10/2009 pukul 10:35 am

    Iya Cak, di dunia yang “indah” skill akan dihargai. Ini satu lagi faktor yang menurutku mempengaruhi tingkat loyalitas. Saat ini perusahaan2 dengan dalih sudah punya ISO yang tiap detail pekerjaan sudah terdokumentasi merasa siapa pun bisa mengerjakan pekerjaan apapun karena tinggal ikuti langkah2 di dokumen ISO. Hal ini membuat perusahaan merasa tidak perlu terlalu memperhatikan kesejahteraan staff yang sudah berskill, toh gampang gantinya karena ada ISO. Kenyataannya… ya seperti cerita di atas. Padahal kesejahteraan yang baik akan membuat sense of belonging seorang karyawan menjadi tinggi yang diwujudkan dengan dedikasi dan loyalitas. Tapi semua tergantung pada kebijaksanaan tiap owner perusahaan sih.

    Jasir responded:
    02/03/2011 pukul 3:59 pm

    Secara umum memang martabat kita sebagai bangsa memang kurang diperhitungkan (lihat nasib TKI kita yg memang kemampuannya sdh tidak memadai ditunjang juga kemampuan berbahasa inggris yg rata2 nol……) Bangsa Phillipina yg mayoritas masyarakatnya bisa berbahasa inggris walau kemampuannya dalam bekerja setaraf dengan bangsa Indonesia tetapi lebih dipandang karena faktor bahasa tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s