Mempertemukan banyak kepentingan yg berbeda..

Posted on Updated on


Dalam sebuah bisnis akan melibatkan banyak posisi,status,kepentingan,dan perbedaan pandangan.Juga standart pemikiran yg berbeda. Ini kadang membuat suatu masalah tidak mudah. saling mencari pembenaran karena kasus yg tidak tuntas, keterbatasan staff lapangan dalam skill dan saling mencari amannya sendiri…ini menjadikan suatu masalah menjadi rumit.

Permasalahan yg timbul bisa menjadi mudah atau sulit memang sangat situasional sifatnya, pada kasus yg sama tetapi berbeda situasi bisa menjadi mudah karena cara memandang masalah dari sudut yg sifat nya membangun kerja sama yg baik….artinya pihak2 yg terkait ingin mencari solusi yg terbaik dari kasus yg ditemukan dilapangan. Dan tak ada masalah tehnis lapangan yg tidak bisa dipecahkan. Kedua sisi yg saling berhubungan mensuport semaksimal mungkin dari posisi masing2 (ini juga banyak terjadi dan ditemukan dilapangan) contoh kasus : Suatu ketika saya menemui masalah tehnis dilapangan yg sulit didiskusikan dengan staf dilapangan (karena yg bersangkutan merasa mampu dan ahli sehingga selalu mengcounter setiap usulan yg saya ajukan) Tetapi saya cukup terbantu dengan kehadiran owner yg saat itu melihat permasalahn saat commissioning..beliau bisa memahami masalah yg dihadapi saat itu dan mengambil tindakan cepat untuk merespons situasi…dan kendala dilapangan pun terselesaikan saat itu juga.

Kemampuan / skill staf dilapangan, kerja sama yg baik dalam memecahkan masalah yg timbul adalah kunci keberhasilan suatu hubungan kerja. Semua yg ada dilapangan memiliki pengalaman masing2….semua pinter2…..semua hebat2…tapi tanpa kerja sama yg baik dan saling mendukung akan sulit mencapai target secara maksimal.

Jalan terakhir agar bisa mencapai “hasil” terbaik adalah : Duduk dalam satu meja, para decision maker (owner dan supplier), pengamat lapangan, dan para analis lapangan yg dianggap ahli….dari semua evaluasi data yg terkumpul diambil keputusan yg disepakati bersama. Diambil langkah yg masuk akal….Ini memang seperti masalah yg sangat rumit, pada hal sebenarnya tidak.

Banyak kasus2 lapangan (yg sebagian besar sejenis dengan kasus2 yg dianggap rumit) bisa diselesaikan karena terbatasnya orang yg  terlibat.

Apabila suatu system berhasil beroperasi ketika dipasang ditempat lain , maka tak ada alasan menyatakan bahwa system tersebut dianggap tidak memadai ditempat yg berikutnya….Pengetahuan yg dimiliki/skill bisa  jadi membuat suatu system gagal ditempat lain…..Juga, suatu lokasi atau layout bisa jadi membuat keberhasilan menjadi berbeda. Jalan yg harus ditempuh adalah evaluasi ulang kondisi lapangan lokasi yg gagal tersebut….tidak perlu melibatkan banyak pihak…karena akan semakin runyam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s